STRATEGI PENGEMBANGAN USAHA MIKRO, KECIL DAN MENENGAH SAMBAL TEMPOYAK MAUGI DI KOTA JAMBI

Penulis

  • Nurjannah Munthe Universitas Islam Negeri Sultan Thaha Syaifudin Jambi
  • Ahsan Putra Hafiz Universitas Islam Negeri Sultan Thaha Syaifudin Jambi

Kata Kunci:

UMKM, Sambal Tempoyak, Strategi Pengembangan, Kendala Usaha, Kota Jambi

Abstrak

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui strategi pengembangan usaha serta kendala yang dihadapi oleh pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) Sambal Tempoyak Jambi di Kota Jambi. Sambal tempoyak sebagai salah satu produk kuliner khas daerah memiliki potensi besar untuk dikembangkan dalam sektor ekonomi kreatif. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode en vivo, yang memungkinkan peneliti untuk memahami secara langsung pengalaman, pandangan, dan strategi pelaku usaha dalam mengembangkan usahanya. Hasil penelitian menunjukkan bahwa strategi yang diterapkan oleh pelaku UMKM mencakup pemanfaatan media sosial untuk promosi, keikutsertaan dalam pameran UMKM, kerja sama dengan toko oleh-oleh dan distributor lokal, serta peningkatan kualitas dan inovasi produk. Meskipun demikian, pelaku usaha masih menghadapi berbagai kendala, seperti keterbatasan bahan baku yang bergantung pada musim durian, tingginya persaingan dengan produk sejenis, akses permodalan yang terbatas, dan pengelolaan usaha yang belum optimal.Penelitian ini merekomendasikan perlunya dukungan dari pemerintah dalam bentuk fasilitasi akses modal, pelatihan manajemen, dan pendampingan legalitas produk. Dengan strategi pengembangan yang lebih terstruktur dan berkelanjutan, UMKM Sambal Tempoyak Jambi memiliki peluang untuk berkembang secara signifikan di tingkat nasional maupun internasional.

This study aims to identify the development strategies and challenges faced by Micro, Small, and Medium Enterprises (MSMEs) producing Sambal Tempoyak in Jambi City. As a traditional culinary product, sambal tempoyak has significant potential to be developed within the creative economy sector. This research uses a qualitative approach with the en vivo method, allowing the researcher to directly understand the experiences, perspectives, and strategies of business actors in developing their enterprises. The findings indicate that MSME actors employ several strategies, including the use of social media for promotion, participation in MSME exhibitions, collaboration with souvenir shops and local distributors, and improvement of product quality and innovation. However, these businesses still face various challenges, such as limited raw material availability due to the seasonal nature of durian, intense competition with similar products, restricted access to capital, and suboptimal business management.This study recommends increased government support in the form of accessible financing, management training, and assistance with product certification. With more structured and sustainable development strategies, Sambal Tempoyak MSMEs in Jambi City have the potential to grow significantly at both national and international levels.

Unduhan

Diterbitkan

2026-04-29