HUBUNGAN TINGKAT GANGGUAN NEUROPATI DENGAN KEPUASAN SEKSUAL PADA PASIEN DIABETES MELITUS DI RUANG BANGSAL RS PRIMA MEDIKA PEMALANG
Kata Kunci:
Diabetes Melitus, Neuropati Perifer, Kepuasan Seksual, Hiperglikemia kronisAbstrak
Diabetes Melitus merupakan penyakit kronis yang berpotensi menimbulkan komplikasi neuropati dan berdampak pada kualitas hidup termasuk kepuasan seksual pasien. Kerusakan saraf perifer akibat hiperglikemia kronis dapat mengganggu fungsi sensorik dan otonom yang berperan dalam respons seksual, sehingga menurunkan kepuasan dalam hubungan intim. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis hubungan antara tingkat gangguan neuropati dengan kepuasan seksual pada pasien Diabetes Melitus di ruang bangsal Rumah Sakit Prima Medika Pemalang. Penelitian menggunakan desain kuantitatif analitik korelasional dengan pendekatan potong lintang. Sampel berjumlah 50 responden yang dipilih menggunakan teknik total sampling berdasarkan kriteria inklusi dan eksklusi. Instrumen yang digunakan meliputi kuesioner skrining neuropati dan kuesioner kepuasan seksual yang telah tervalidasi. Prosedur penelitian dilakukan melalui observasi klinis, wawancara terstruktur, pengisian kuesioner, serta penelaahan rekam medis. Analisis data dilakukan secara univariat untuk mendeskripsikan karakteristik responden dan secara bivariat menggunakan uji korelasi Spearman dengan tingkat signifikansi 0,05. Hasil penelitian menunjukkan mayoritas responden mengalami neuropati tingkat sedang dan kepuasan seksual rendah. Uji statistik menunjukkan nilai r = −0,779 dengan p = 0,000, yang berarti terdapat hubungan kuat, berlawanan arah, dan signifikan antara tingkat gangguan neuropati dan kepuasan seksual. Disimpulkan bahwa semakin tinggi tingkat neuropati, semakin rendah kepuasan seksual pasien. Temuan ini mengimplikasikan perlunya pendekatan pelayanan yang lebih holistik dengan memperhatikan aspek neurologis dan seksual guna meningkatkan kualitas hidup pasien Diabetes Melitus.
Diabetes Mellitus is a chronic disease that may lead to neuropathic complications and adversely affect patients’ quality of life, including sexual satisfaction. Peripheral nerve damage resulting from chronic hyperglycemia can impair sensory and autonomic functions involved in sexual response, thereby reducing satisfaction in intimate relationships. This study aimed to analyze the relationship between the severity of neuropathic impairment and sexual satisfaction among patients with Diabetes Mellitus hospitalized at Prima Medika Hospital, Pemalang. This research employed a quantitative analytic correlational design with a cross-sectional approach. A total of 50 respondents were recruited using a total sampling technique based on predetermined inclusion and exclusion criteria. The instruments utilized included a validated neuropathy screening questionnaire and a validated sexual satisfaction questionnaire. Data collection procedures involved clinical observation, structured interviews, questionnaire administration, and medical record review. Data were analyzed using univariate analysis to describe respondents’ characteristics and bivariate analysis using Spearman’s rank correlation test with a significance level of 0.05. The findings revealed that the majority of respondents experienced moderate neuropathy and low sexual satisfaction. Statistical analysis demonstrated a correlation coefficient of r = −0.779 with p = 0.000, indicating a strong, negative, and statistically significant relationship between the severity of neuropathic impairment and sexual satisfaction. It can be concluded that higher levels of neuropathy are associated with lower sexual satisfaction among patients. These findings underscore the importance of a more holistic healthcare approach that addresses both neurological and sexual health aspects to improve the overall quality of life of patients with Diabetes Mellitus.




