STIGMA DAN KEPERCAYAAN DIRI SEBAGAI PENENTU KUALITAS HIDUP PASIEN TUBERKULOSIS DI POLIKLINIK PARU RUMAH SAKIT UMUM PRIMA MEDIKA PEMALANG
Kata Kunci:
Stigma, Kepercayaan Diri, Kualitas Hidup, TuberkulosisAbstrak
Tuberkulosis merupakan penyakit menular yang masih menjadi masalah kesehatan masyarakat dan berdampak pada kondisi fisik, psikologis, serta sosial penderita. Stigma yang dialami pasien dapat menurunkan kepercayaan diri sehingga berpotensi memengaruhi kualitas hidup. Penelitian ini bertujuan menganalisis stigma dan kepercayaan diri sebagai penentu kualitas hidup pasien tuberkulosis di Poliklinik Penyakit Paru RSU Prima Medika Pemalang. Penelitian ini menggunakan desain kuantitatif dengan pendekatan cross sectional. Populasi penelitian sebanyak 70 pasien tuberkulosis dengan jumlah sampel 60 responden yang dipilih menggunakan teknik purposive sampling. Pengumpulan data menggunakan kuesioner stigma, kepercayaan diri, dan kualitas hidup. Analisis data menggunakan uji Rank Spearman dengan tingkat signifikansi 0,05. Hasil penelitian menunjukkan mayoritas responden mengalami stigma kategori sedang (36,7%), memiliki kepercayaan diri rendah hingga sedang (70,0%), serta kualitas hidup rendah hingga sedang (70,0%). Hasil analisis menunjukkan terdapat hubungan negatif yang sangat kuat antara stigma dengan kualitas hidup (r = -0,962; p = 0,000) serta hubungan positif yang sangat kuat antara kepercayaan diri dengan kualitas hidup (r = 0,972; p = 0,000). Disimpulkan bahwa stigma dan kepercayaan diri berperan dalam menentukan kualitas hidup pasien tuberkulosis.
Tuberculosis remains a public health problem affecting patients physically, psychologically, and socially. Stigma experienced by patients can reduce self-confidence and potentially affect quality of life. This study aimed to analyze stigma and self-confidence as determinants of quality of life among tuberculosis patients at the Pulmonary Clinic of Prima Medika General Hospital Pemalang. This study used a quantitative design with a cross-sectional approach. The population consisted of 70 tuberculosis patients with a sample of 60 respondents selected using purposive sampling technique. Data were collected using stigma, self-confidence, and quality of life questionnaires. Data were analyzed using Spearman Rank test. The results showed that most respondents experienced moderate stigma (36.7%), had low to moderate self-confidence (70.0%), and had low to moderate quality of life (70.0%). The analysis revealed a very strong negative relationship between stigma and quality of life (r = -0.962; p = 0.000) and a very strong positive relationship between self-confidence and quality of life (r = 0.972; p = 0.000).




