IMPLEMENTASI APLIKASI SMARTGOV DALAM PENAGIHAN PAJAK DAERAH DAN IMPLIKASINYA TERHADAP KINERJA PEGAWAI BADAN PENDAPATAN DAERAH KABUPATEN BADUNG
Kata Kunci:
Smartgov, Penagihan Pajak Daerah, Kinerja Pegawai, Bernardin & Russell, Penelitian KualitatifAbstrak
Implementasi aplikasi Smartgov dalam administrasi perpajakan daerah merupakan salah satu upaya pemerintah daerah untuk meningkatkan efektivitas penagihan pajak dan kinerja aparatur. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis implementasi aplikasi Smartgov dalam kegiatan penagihan pajak daerah serta implikasinya terhadap kinerja pegawai Badan Pendapatan Daerah Kabupaten Badung. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan teknik pengumpulan data melalui observasi, wawancara mendalam, dan dokumentasi. Informan penelitian ditentukan secara purposive, yaitu pegawai yang terlibat langsung dalam proses penagihan pajak daerah.Analisis kinerja pegawai mengacu pada teori kinerja Bernardin & Russell (1993) yang mencakup enam dimensi, yaitu kualitas kerja, kuantitas kerja, ketepatan waktu, efektivitas, kemandirian, dan komitmen kerja. Hasil penelitian menunjukkan bahwa implementasi aplikasi Smartgov memberikan implikasi positif terhadap peningkatan kinerja pegawai, khususnya dalam aspek ketepatan waktu dan kualitas kerja, melalui kemudahan akses data, peningkatan akurasi informasi wajib pajak, serta efisiensi proses administrasi penagihan. Namun, dalam pelaksanaannya masih ditemukan kendala berupa keterbatasan kemampuan teknis pegawai, gangguan sistem, serta ketergantungan pada jaringan internet yang memengaruhi efektivitas kerja.Secara keseluruhan, penerapan aplikasi Smartgov mampu mendukung peningkatan kinerja pegawai Badan Pendapatan Daerah Kabupaten Badung, namun diperlukan upaya lanjutan berupa peningkatan kapasitas sumber daya manusia dan penguatan infrastruktur teknologi informasi agar implementasi sistem dapat berjalan secara optimal dan berkelanjutan.




