KRITIK ISLAM TERHADAP POSITIVISME DAN KONSEP INTEGRASI ILMU PENGETAHUAN: ANALISIS PEMIKIRAN SEYYED HOSSEIN NASR, SYED MUHAMMAD NAQUIB AL-ATTAS, DAN FAZLUR RAHMAN

Penulis

  • Muhammad Azhari Sekolah Tinggi Agama Islam Raudhatul Akmal
  • M. Syafi'i Sekolah Tinggi Agama Islam Raudhatul Akmal
  • Haviez Sutrisno Sekolah Tinggi Agama Islam Raudhatul Akmal
  • Juliana Sari Gultom Sekolah Tinggi Agama Islam Raudhatul Akmal
  • Gusti Adinda Putri Sekolah Tinggi Agama Islam Raudhatul Akmal
  • Riky Yakub Sekolah Tinggi Agama Islam Raudhatul Akmal

Kata Kunci:

Positivisme, Integrasi Ilmu, Islamisasi Pengetahuan, Seyyed Hossein Nasr, Al-Attas, Fazlur Rahman

Abstrak

Perkembangan sains modern yang didominasi oleh paradigma positivisme sering kali menyingkirkan dimensi metafisis dan spiritual, sehingga ilmu pengetahuan menjadi sekuler dan terpisah dari nilai-nilai agama. Artikel ini bertujuan untuk menganalisis kritik Islam terhadap positivisme serta menguraikan konsep integrasi ilmu pengetahuan menurut tiga tokoh pemikir Muslim kontemporer. Penelitian ini menggunakan metode studi kepustakaan dengan pendekatan kualitatif deskriptif. Hasil pembahasan menunjukkan bahwa ketiga tokoh tersebut sepakat bahwa sains modern memerlukan kerangka nilai yang bersumber dari wahyu. Kesimpulannya, Islam menawarkan pandangan holistik yang mengintegrasikan sains alam dan sains sosial dalam bingkai tauhid demi kemaslahatan umat.

Unduhan

Diterbitkan

2026-04-29