KRITIK ISLAM TERHADAP POSITIVISME DAN KONSEP INTEGRASI ILMU PENGETAHUAN: ANALISIS PEMIKIRAN SEYYED HOSSEIN NASR, SYED MUHAMMAD NAQUIB AL-ATTAS, DAN FAZLUR RAHMAN
Kata Kunci:
Positivisme, Integrasi Ilmu, Islamisasi Pengetahuan, Seyyed Hossein Nasr, Al-Attas, Fazlur RahmanAbstrak
Perkembangan sains modern yang didominasi oleh paradigma positivisme sering kali menyingkirkan dimensi metafisis dan spiritual, sehingga ilmu pengetahuan menjadi sekuler dan terpisah dari nilai-nilai agama. Artikel ini bertujuan untuk menganalisis kritik Islam terhadap positivisme serta menguraikan konsep integrasi ilmu pengetahuan menurut tiga tokoh pemikir Muslim kontemporer. Penelitian ini menggunakan metode studi kepustakaan dengan pendekatan kualitatif deskriptif. Hasil pembahasan menunjukkan bahwa ketiga tokoh tersebut sepakat bahwa sains modern memerlukan kerangka nilai yang bersumber dari wahyu. Kesimpulannya, Islam menawarkan pandangan holistik yang mengintegrasikan sains alam dan sains sosial dalam bingkai tauhid demi kemaslahatan umat.




