ETIKA BISNIS PADA PEDAGANG UMKM DI KELURAHAN PAYO LEBAR KOTA JAMBI
Kata Kunci:
Etika, BisnisAbstrak
Penelitian dilatarbelakangi dari adanya pelaksanaan bisnis yang tidak sesuai dengan etika bisnis Islam pada Pedagang UMKM di Kelurahan Payo Lebar Kota Jambi. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui apakah pedagang UMKM di Kelurahan Payo Lebar Kota Jambi menerapkan etika bisnis yang berlandaskan syariat-syariah Islam. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan penggunaan data primer dan data sekunder sebagai sumber data. Teknik pengumulan data yaitu dengan melalui observasi, wawancara dan dokumentasi kepada pedagang UMKM di Kelurahan Payo lebar. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pedagang UMKM di Kelurahan Payo Lebar Kota Jambi telah menerapkan etika bisnis Islam sesuai dengan 5 indikator prinsip etika bisnis Islam yaitu prinsip kesatuan (tauhid/unity) pedagang menanamkan nilai spiritual dengan menyeimbangkan kegiatan berdagang dan beribadah serta tidak melakukan kecurangan, prinsip keseimbangan (nizamiyah/equilibrium) pedagang memiliki standar pembuatan produk dengan takaran dan komposisi isi serta memberikan produk sesuai deskripsi, prinsip kehendak bebas (ikhtiar/free will) pedagang menetapkan harga dengan aspek rasional dan membebaskan konsumen dalam memilih, prinsip tanggung jawab (all- mas’uliyyah/responsibility) memperhatikan keamanan kualitan produk, menerima dan bertanggung jawab terhadap keluhan konsumen, dan prinsip kebajikan (ihsan/benevolence) pedagang memberikan bonus dan potongan harga serta mengelola sisa produk dengan bijak. Pedagang UMKM diharapkan mempertahankan dan meningkatkan penerapan etika bisnis Islam, khususnya dalam hal ketepatan waktu ibadah, kejujuran dalam transaksi, serta kepedulian terhadap konsumen dan masyarakat sekitar. Bagi penelitian selanjutnya, diharapkan dapat dilakukan lebih mendalam dengan memperluas lokasi penelitian, menambah jumlah responden, serta mengkaji daerah lain dengan kondisi sosial yang berbeda.
The research was motivated by the existence of business practices that do not comply with Islamic business ethics among MSME traders in Payo Lebar Village, Jambi City. This study aims to determine whether MSME traders in Payo Lebar Village, Jambi City, apply business ethics based on Islamic sharia. This study uses a qualitative approach using primary and secondary data as data sources. Data collection techniques include observation, interviews, and documentation of MSME traders in Payo Lebar Village. The results of the study indicate that MSME traders in Payo Lebar Village, Jambi City, have implemented Islamic business ethics in accordance with five indicators of Islamic business ethics principles: the principle of unity (tauhid/unity), where traders instill spiritual values by balancing trading and worship activities and refraining from cheating; the principle of balance (nizamiyah/equilibrium), where traders have product manufacturing standards with measurements and content composition and provide products according to descriptions; the principle of free will (ikhtiar/free will), where traders set prices rationally and give consumers the freedom to choose; the principle of responsibility (al-mas'uliyyah/responsibility), where traders pay attention to product safety and quality, accept and take responsibility for consumer complaints; and the principle of benevolence (ihsan/benevolence), where traders provide bonuses and discounts and manage remaining products wisely. MSME traders are expected to maintain and improve the application of Islamic business ethics, particularly in terms of punctuality in worship, honesty in transactions, and concern for consumers and the surrounding community. Future research is expected to be conducted in greater depth by expanding the research location, increasing the number of respondents, and examining other regions with different social conditions.




