KONSEPTUALISASI MODEL PROBLEM BASED LEARNING (PBL) BERBASIS GALLERY WALK SEBAGAI INOVASI PEMBELAJARAN SEJARAH KEBUDAYAAN ISLAM (SKI)
Kata Kunci:
Problem Based Learning, Gallery Walk, Sejarah Kebudayaan Islam, Inovasi Pembelajaran, Pembelajaran AktifAbstrak
Pembelajaran Sejarah Kebudayaan Islam (SKI) seringkali dianggap membosankan karena dominasi metode ceramah dan hafalan yang bersifat pasif. Artikel ini bertujuan mengonseptualisasikan model pembelajaran Problem Based Learning (PBL) yang diintegrasikan dengan teknik Gallery Walk sebagai inovasi dalam pembelajaran SKI. Kajian ini menggunakan pendekatan studi literatur (library research) dengan menganalisis berbagai sumber teoritis dan empiris terkait PBL, Gallery Walk, dan pembelajaran SKI. Hasil kajian menunjukkan bahwa integrasi PBL berbasis Gallery Walk mampu mendorong peserta didik untuk berpikir kritis, kolaboratif, dan kreatif dalam menelaah peristiwa-peristiwa bersejarah dalam Islam. Melalui model ini, peserta didik tidak sekadar menerima informasi, melainkan secara aktif mengonstruksi pengetahuan melalui pemecahan masalah berbasis konteks historis-keislaman. Sintesis kedua model ini menciptakan ekosistem pembelajaran yang aktif, bermakna, dan kontekstual. Konseptualisasi ini diharapkan menjadi rujukan praktis bagi guru SKI dalam merancang pembelajaran yang inovatif dan berpusat pada peserta didik.
Learning Islamic Cultural History (SKI) is often considered boring due to the dominance of passive lecture and memorization methods. This article aims to conceptualize the Problem Based Learning (PBL) model integrated with the Gallery Walk technique as an innovation in SKI learning. This study uses a library research approach by analyzing various theoretical and empirical sources related to PBL, Gallery Walk, and SKI learning. The results show that the integration of Gallery Walk-based PBL can encourage students to think critically, collaboratively, and creatively in analyzing historical events in Islam. Through this model, students do not merely receive information but actively construct knowledge through problem-solving based on historical-Islamic contexts. The synthesis of both models creates an active, meaningful, and contextual learning ecosystem. This conceptualization is expected to serve as a practical reference for SKI teachers in designing innovative and student-centered learning.




