UKHUWAH DAN SILATURAHMI SEBAGAI MODAL SOSIAL SPIRITUAL DALAM MENINGKATKAN SUBJECTIVE WELL-BEING DAN KESEHATAN MENTAL: KAJIAN KONSEPTUAL INTEGRATIF PERSPEKTIF KEISLAMAN
Kata Kunci:
Ukhuwah, UkhuwahSilaturahmi, Subjective Well-Being, Kesehatan Mental, Modal Sosial SpiritualAbstrak
Modernisasi dan urbanisasi telah mengubah pola relasi sosial masyarakat dan berkontribusi terhadap meningkatnya permasalahan kesehatan mental, khususnya pada masyarakat Muslim urban. Pendekatan kesehatan mental yang dominan berorientasi klinis dinilai belum optimal tanpa integrasi dimensi sosial dan spiritual. Penelitian ini bertujuan menganalisis peran ukhuwah dan silaturahmi sebagai modal sosial spiritual dalam meningkatkan subjective well-being dan kesehatan mental masyarakat Muslim. Metode yang digunakan adalah kajian literatur integratif dengan menganalisis publikasi ilmiah bereputasi, laporan kesehatan global, serta literatur keislaman klasik dan kontemporer. Hasil kajian menunjukkan bahwa ukhuwah memperkuat identitas sosial, solidaritas spiritual, dan rasa memiliki dalam komunitas, sedangkan silaturahmi meningkatkan kualitas komunikasi interpersonal dan dukungan emosional. Keduanya membentuk modal sosial spiritual yang berkontribusi signifikan terhadap peningkatan kepuasan hidup, stabilitas emosi, serta penurunan risiko gangguan kesehatan mental. Temuan ini sejalan dengan Harvard Study of Adult Development yang menegaskan bahwa kualitas hubungan sosial merupakan prediktor utama kebahagiaan dan kesehatan jangka panjang. Penelitian ini menyimpulkan bahwa penguatan ukhuwah dan silaturahmi dapat dijadikan strategi promotif-preventif berbasis komunitas dalam pembangunan kesehatan mental masyarakat Muslim.




