PENGANGGURAN DI INDONESIA: PENYEBAB, DAMPAK, DAN SOLUSI
Kata Kunci:
Pengangguran, Tingkat Pengangguran Terbuka, BPS, Indonesia, Kebijakan KetenagakerjaanAbstrak
Pengangguran merupakan permasalahan struktural yang secara konsisten dihadapi Indonesia dan berdampak luas terhadap pertumbuhan ekonomi serta kesejahteraan masyarakat. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan perkembangan Tingkat Pengangguran Terbuka (TPT) di Indonesia periode 2014–2023, mengidentifikasi faktor penyebab, menganalisis dampak, serta merumuskan rekomendasi kebijakan yang relevan. Metode yang digunakan adalah deskriptif kuantitatif berbasis data sekunder yang bersumber dari Badan Pusat Statistik (BPS) Republik Indonesia, meliputi data TPT, jumlah penganggur, dan jumlah angkatan kerja pada bulan Agustus setiap tahunnya. Hasil penelitian menunjukkan bahwa perkembangan TPT Indonesia selama periode tersebut terbagi dalam tiga fase: fase penurunan bertahap dari 5,94 persen (2014) menjadi 5,28 persen (2019); fase lonjakan akibat pandemi COVID-19 yang mencapai puncak 7,07 persen pada tahun 2020 dengan jumlah penganggur 9,77 juta orang; serta fase pemulihan bertahap yang membawa TPT kembali ke angka 5,32 persen pada tahun 2023. Penyebab pengangguran bersifat multidimensional, mencakup tekanan demografis, mismatch keterampilan, transformasi teknologi, dan kerentanan terhadap guncangan ekonomi eksternal. Dampak yang ditimbulkan meliputi penurunan output nasional, peningkatan kemiskinan, dan tekanan terhadap anggaran negara. Penelitian ini merekomendasikan reformasi pendidikan vokasi, penguatan ekosistem UMKM, perluasan infrastruktur digital, serta pengembangan sistem intermediasi pasar kerja yang terintegrasi sebagai solusi jangka panjang.
Unemployment is a persistent structural problem in Indonesia with wide-ranging impacts on economic growth and social welfare. This study aims to describe the development of the Open Unemployment Rate (OUR) in Indonesia from 2014 to 2023, identify its contributing factors, analyze its effects, and formulate relevant policy recommendations. A quantitative descriptive method was applied using secondary data obtained from Statistics Indonesia (BPS), comprising annual August figures for the OUR, number of unemployed persons, and total labor force. The findings reveal that Indonesia's OUR during this period followed three distinct phases: a gradual decline from 5.94 percent (2014) to 5.28 percent (2019); a sharp spike to 7.07 percent in 2020 with 9.77 million unemployed due to the COVID-19 pandemic; and a gradual recovery bringing the OUR back to 5.32 percent by 2023. The causes of unemployment are multidimensional, encompassing demographic pressures, skills mismatch, technological transformation, and vulnerability to external economic shocks. Its consequences include reduced national output, rising poverty, and increased fiscal burden. This study recommends vocational education reform, strengthening the MSME ecosystem, expanding digital infrastructure, and developing an integrated labor market intermediation system as long-term solutions.




