PLURALISME DALAM STUDI AGAMA
Kata Kunci:
Pluralisme, Agama, HadisAbstrak
Pluralisme agama adalah suatu kenyataan bahwa kita adalah berbeda-beda, beragam dan plural dalam hal beragama. Pengakuan terhadap adanya pluralisme agama secara sosiologis ini merupakan pluralisme yang paling sederhana, karena pengakuan ini tidak berarti mengizinkan pengakuan terhadap kebenaran teologi atau bahkan etika dari agama lain. Keterbukaan atau transparansi, menyadari adanya perbedaan. Perbedaan adalah sesuatu yang wajar dan memang merupakan suatu realitas yang tidak dapat dihindari. Sikap kritis, yakni kritis terhadap sikap eksklusif dan segala kecenderungan untuk meremehkan dan mendiskreditkan orang lain dan adanya persamaan. Suatu dialog tidak dapat berlangsung dengan sukses apabila satu pihak menjadi tuan rumah sedangkan yang lainnya menjadi tamu undangan. Adanya kemauan untuk memahami kepercayaan, ritus, dan simbol agama dalam rangka untuk memahami orang lain secara benar. Masing-masing pihak harus mau berusaha melakukan itu agar pemahaman terhadap orang lain tidak hanya di permukaan saja tetapi bisa sampai pada bagiannya yang paling dalam (batin).
Religious pluralism is the fact that we are diverse, diverse and plural in terms of religion. This recognition of sociological religious pluralism is the simplest pluralism, because it does not permit recognition of the theological or even ethical truths of other religions. openness or transparency, being aware of differences. Difference is natural and indeed an unavoidable reality. Critical attitude, which is critical of exclusivity and any tendency to belittle and discredit others and the existence of equality. A dialogue cannot take place successfully if one party is the host while the other is the invited guest. There is a willingness to understand religious beliefs, rites, and symbols in order to understand others correctly. Each party must be willing to try to do that so that the understanding of the other person is not only on the surface but can reach the deepest part (mind).