PERANAN POLRI DALAM PENCEGAHAN DAN PEMBERANTASAN PENYALAHGUNAAN PEREDARAN GELAP NARKOBA DI WILAYAH HUKUM POLSEK METRO TANAH ABANG

Penulis

  • Berlian Kasih Tupamahu Universitas Budi Luhur
  • Aditya Yusuf Universitas Budi Luhur
  • Aldi Tsaqif Prayoga Universitas Budi Luhur
  • Firrel Simon Universitas Budi Luhur
  • Abul Rohman Universitas Budi Luhur
  • Monica Margaret Universitas Budi Luhur

Kata Kunci:

penyalahgunaan narkoba, peredaran narkoba, Jakarta, pendekatan preemtif, pendekatan preventif, pendekatan represif, Polsek Metro Tanah Abang

Abstrak

Peredaran dan penyalahgunaan narkoba di Indonesia, khususnya di Jakarta, telah menjadi ancaman serius bagi masyarakat. Data menunjukkan tren peningkatan jumlah pengguna narkoba setiap tahunnya. Pemerintah, khususnya aparat kepolisian, telah melakukan upaya keras dalam memberantas peredaran dan penyalahgunaan narkoba melalui pendekatan preemtif, preventif, dan represif. Di tingkat lokal, Polsek Metro Tanah Abang juga aktif dalam upaya pencegahan dan pemberantasan narkoba dengan strategi preemptive, preventive, dan represif. Meskipun demikian, masih ada faktor penghambat seperti kurangnya partisipasi masyarakat, keterbatasan sumber daya, dan perkembangan teknologi yang dimanfaatkan oleh sindikat narkoba. Diperlukan kerja sama yang lebih erat antara pemerintah, masyarakat, dan lembaga terkait untuk menciptakan lingkungan yang aman dan sejahtera.

The circulation and abuse of narcotics in Indonesia, particularly in Jakarta, have become a serious threat to society. Data indicates a continuous increase in the number of drug users each year. The government, especially the police force, has made concerted efforts to eradicate the distribution and misuse of narcotics through preemptive, preventive, and repressive approaches. At the local level, the Tanah Abang Metro Police Station is also actively involved in drug prevention and eradication efforts, employing preemptive, preventive, and repressive strategies. However, there are still inhibiting factors such as lack of community participation, resource limitations, and technological advancements exploited by drug syndicates. Closer cooperation between the government, society, and relevant institutions is needed to create a safe and prosperous environment.

Unduhan

Diterbitkan

2024-07-20