SISTEM SOSIAL BUDAYA MASYARAKAT MELAYU JAMBI PADA AKHIR KESULTANAN
Kata Kunci:
Kesultanan Jambi, Melayu Jambi, Sistem Sosial Budaya, Adat Melayu, IslamAbstrak
Penelitian ini membahas sistem sosial budaya masyarakat Melayu Jambi pada akhir masa Kesultanan Jambi. Penelitian ini berfokus pada struktur sosial, kehidupan sosial budaya, inte-grasi adat dan Islam, peran lembaga adat dan ulama, proses transformasi sosial politik dan ekonomi, serta faktor-faktor penyebab runtuhnya Kesultanan Jambi. Penelitian ini menggunakan metode sejarah yang meliputi heuristik, kritik sumber, interpretasi, dan historio-grafi. Sumber penelitian berasal dari jurnal ilmiah, artikel sejarah, dan penelitian terdahulu yang berkaitan dengan masyarakat Melayu Jambi dan Kesultanan Jambi. Hasil penelitian menunjuk-kan bahwa sistem sosial budaya masyarakat Melayu Jambi terbentuk melalui perpaduan antara adat Melayu dan ajaran Islam. Struktur sosial masyarakat dipimpin oleh sultan serta didukung oleh pemangku adat dan ulama melalui konsep Tigo Tali Sepilin. Kehidupan sosial budaya masyarakat sangat dipengaruhi oleh adat Melayu, Islam, dan Sungai Batanghari sebagai pusat aktivitas ekonomi dan sosial masyarakat. Prinsip Adat Bersendi Syarak, Syarak Bersendi Kitabullah menjadi dasar dalam sistem pemerintahan, hukum adat, dan kehidupan sosial masyarakat Melayu Jambi. Penelitian ini juga menunjukkan bahwa lembaga adat dan ulama memiliki peranan penting dalam menjaga stabilitas sosial masyarakat, sedangkan campur tan-gan kolonial Belanda, konflik internal kerajaan, dan monopoli perdagangan menjadi faktor utama melemahnya dan runtuhnya Kesultanan Jambi.
This study examines the socio-cultural system of the Jambi Malay community during the late period of the Jambi Sultanate. The research focuses on the social structure, socio-cultural life, integration of adat and Islam, the role of customary institutions and ulama, social and political transformation, and the factors behind the collapse of the Jambi Sultanate. This research uses the historical method through heuristics, source criticism, interpretation, and historiography. The sources consist of journals, historical articles, and previous studies related to Jambi Malay society and the Jambi Sultanate. The results show that the socio-cultural system of the Jambi Malay community was formed through the integration of Malay customs and Islamic teach-ings. The social structure was led by the Sultan and supported by customary leaders and ula-ma through the concept of Tigo Tali Sepilin. Social and cultural life was strongly influenced by Islam, Malay customs, and the Batanghari River as the center of economic and social activi-ties. The principle of Adat Bersendi Syarak, Syarak Bersendi Kitabullah became the foundation of governance, customary law, and social life in Jambi Malay society. The study also finds that customary institutions and ulama played an important role in maintaining social stability, while Dutch colonial intervention, internal conflicts, and economic monopolies contributed to the weakening and collapse of the Jambi Sultanate.




