IMPLIKASI IRONI DALAM IKLAN PERAWATAN KULIT DI MEDIA SOSIAL TIKTOK: SEBUAH STUDI PRAGMATIS
Kata Kunci:
Implikatur Ironis, Pragmatik, Iklan Perawatan Kulit, Bahasa PersuasifAbstrak
Penelitian ini dilatarbelakangi oleh pesatnya perkembangan media sosial sebagai sarana komunikasi sekaligus platform pemasaran digital, khususnya TikTok, yang terkenal dengan konten videonya yang singkat dan interaktif. Dalam konteks ini, bahasa iklan sering kali disampaikan secara tidak langsung, dengan sering menggunakan strategi seperti ironi. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis penggunaan ironi sebagai bentuk implikatur dalam iklan produk perawatan kulit di TikTok dan untuk meneliti bagaimana makna implisit ini dibangun dan berfungsi secara persuasif. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif deskriptif dengan pendekatan pragmatik, menganalisis 12 iklan perawatan kulit yang mengandung ungkapan ironis. Temuan menunjukkan bahwa implikatur ironis muncul dalam bentuk larangan eksplisit yang menyiratkan dorongan dan penolakan yang tampak, namun sebenarnya menyampaikan promosi tersembunyi. Fenomena ini terkait erat dengan pelanggaran terhadap prinsip-prinsip percakapan yang diusulkan oleh Paul Grice, khususnya prinsip kualitas dan cara, yang menghasilkan makna implisit yang memerlukan interpretasi audiens. Selain itu, penggunaan ironi terbukti menjadi strategi komunikasi persuasif yang efektif, karena mampu menarik perhatian, meningkatkan keterlibatan audiens, dan selaras dengan karakteristik komunikasi digital di TikTok. Oleh karena itu, penelitian ini menyoroti bahwa implikatur ironis memainkan peran penting dalam membentuk pesan iklan yang kreatif dan tidak langsung di platform tersebut.
This study is motivated by the rapid growth of social media as both a communication tool and a digital marketing platform, particularly TikTok, which is known for its short and interactive video content. In this context, advertising language is often conveyed indirectly, frequently employing strategies such as irony. This study aims to analyze the use of irony as a form of implicature in skincare product advertisements on TikTok and to examine how these implicit meanings are constructed and function persuasively. This study employs a descriptive qualitative method with a pragmatic approach, analyzing 12 skincare advertisements containing ironic expressions. The findings indicate that ironic implicatures appear in the form of explicit prohibitions that imply apparent encouragement and rejection, yet actually convey hidden promotion. This phenomenon is closely linked to violations of the conversational maxims proposed by Paul Grice, particularly the maxims of quality and manner, which generate implicit meanings requiring audience interpretation. Furthermore, the use of irony has proven to be an effective persuasive communication strategy, as it captures attention, increases audience engagement, and aligns with the characteristics of digital communication on TikTok. Therefore, this study highlights that ironic implicatures play a crucial role in shaping creative and indirect advertising messages on.




