ANALISIS PENERAPAN TEORI PEMEROLEHAN BAHASA PADA ANAK USIA DINI DI LINGKUNGAN PAUD
Kata Kunci:
Pemerolehan Bahasa, Perkembangan Bahasa, Anak Usia Dini, Bahasa Pertama, Bahasa Kedua, Lingkungan Keluarga, BilingualAbstrak
Dari masa bayi hingga prasekolah, anak-anak menempuh perjalanan panjang dan berliku dalam pembelajaran bahasa. Melalui integrasi beberapa hasil empiris dan teoretis, studi ini berupaya melakukan pemeriksaan menyeluruh terhadap variabel-variabel yang memengaruhi perkembangan dan pemerolehan bahasa pertama dan kedua pada masa bayi. Penelitian ini menelusuri literatur akademis untuk studi yang relevan, mengambil dari studi kasus, penelitian deskriptif kualitatif, dan tinjauan sistematis, di antara lainnya. Temuan studi menunjukkan bahwa beberapa elemen, seperti Perangkat Pemerolehan Bahasa (Language Acquisition Device/LAD), perkembangan kognitif, latar belakang sosiobudaya, dan genetika, berperan dalam proses pemerolehan bahasa pertama. Pada tingkat fonologi, morfologi, dan sintaksis, anak-anak berusia 2,3–2,6 tahun secara bertahap mampu menghasilkan fonem, menyusun kata benda dan kata kerja, serta membangun kalimat sederhana. Bayi dan balita mempelajari kata-kata baru seperti "kata benda," "kata sifat," "kata kerja," "kata ganti," dan "kata tanya" melalui proses yang melibatkan tiga hipotesis utama: hipotesis masukan, hipotesis imitasi, dan hipotesis respons seluruh tubuh. Selain itu, hasil penelitian menunjukkan bahwa perkembangan kognitif dan sosial anak yang optimal mungkin didukung oleh paparan multibahasa sejak dini, alih-alih dikacaukan. Aturan bahasa keluarga, interaksi verbal, dan akses ke tempat belajar bilingual semuanya merupakan bagian dari lingkungan komunitas dan keluarga yang memainkan peran penting dalam pemerolehan bahasa kedua. Teknik pemerolehan bahasa berbasis konteks dan bukti untuk anak usia dini harus dirancang melalui kolaborasi antara orang tua, pendidik, dan komunitas, menurut penelitian ini.




