STEAM DALAM KURIKULUM PAUD: KERANGKA DASAR DAN STRATEGI IMPLEMENTASI
Kata Kunci:
STEAM, Kurikulum, PAUD, ImplementasiAbstrak
The purpose of this research is to formulate the basic framework and implementation strategy of the STEAM (Science, Technology, Engineering, Arts, and Mathematics) approach in the Early Childhood Education (ECE) curriculum that is effective and in accordance with child development. This study uses library research method, which is data collection by studying various sources of literature relevant to the research topic, both in print and digital form. The analysis is carried out systematically by referring to the method developed by Kitchenham to ensure the validity and relevance of the data studied. The results of this study show that the STEAM approach can improve children's critical thinking, creativity, collaboration and communication skills from an early age through integrative and project-based learning. However, implementation in the field faces a number of obstacles, including teachers' lack of understanding of the STEAM concept, limited practical training, lack of supporting learning media, and low confidence and collaboration between educators. The conclusion of this study is that the successful implementation of STEAM in PAUD requires an implementation strategy that includes strengthening teacher competence, providing contextualised media and learning resources, and designing a flexible and adaptive learning environment. This research is expected to be a reference for practitioners and policy makers.
Tujuan dari penelitian ini adalah untuk merumuskan kerangka dasar dan strategi implementasi pendekatan STEAM (Science, Technology, Engineering, Arts, and Mathematics) dalam kurikulum Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) yang efektif dan sesuai dengan perkembangan anak. Metode Penelitian ini menggunakan metode penelitian kepustakaan atau library research, yaitu pengumpulan data dengan mempelajari berbagai sumber literatur yang relevan dengan topik penelitian, baik yang berbentuk cetak maupun digital. Analisis dilakukan secara sistematis dengan mengacu pada metode yang dikembangkan oleh Kitchenham untuk memastikan validitas dan relevansi data yang dikaji. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa pendekatan STEAM mampu meningkatkan keterampilan berpikir kritis, kreativitas, kolaborasi, dan komunikasi anak sejak usia dini melalui pembelajaran yang integratif dan berbasis proyek. Namun, implementasi di lapangan menghadapi sejumlah kendala, antara lain kurangnya pemahaman guru terhadap konsep STEAM, keterbatasan pelatihan praktis, minimnya media pembelajaran yang mendukung, serta rendahnya kepercayaan diri dan kolaborasi antarpendidik. Kesimpulan dari penelitian ini adalah bahwa keberhasilan penerapan STEAM di PAUD memerlukan strategi implementasi yang mencakup penguatan kompetensi guru, penyediaan media dan sumber belajar yang kontekstual, serta perancangan lingkungan belajar yang fleksibel dan adaptif. Penelitian ini diharapkan dapat menjadi rujukan bagi praktisi dan pemangku kebijakan dalam mengembangkan kurikulum PAUD yang inovatif dan responsif terhadap kebutuhan anak di abad ke-21.