PERANCANGAN BUSANA ZERO WASTE SEBAGAI UPAYA PENERAPAN GREEN LIFESTYLE BERBASIS TEKNIK DRAPING DAN EKSPLORASI KAIN TRADISIONAL

Penulis

  • Farihah Universitas Negeri Medan
  • Syarifah Annisa Salsabila Universitas Negeri Medan
  • Madhani Nur Syafitri Universitas Negeri Medan
  • Ashika Ruth Loura Sirait Universitas Negeri Medan
  • Firda Artauli Melina Sianturi Universitas Negeri Medan
  • Halimatussa'diyah Universitas Negeri Medan
  • Suryani Layla Sitompul Universitas Negeri Medan

Kata Kunci:

Zero Waste, Green Lifestyle, Draping, Kain Tradisional, Fashion Berkelanjutan

Abstrak

Penelitian ini bertujuan untuk merancang busana berbasis konsep zero waste sebagai bentuk kontribusi terhadap gerakan green lifestyle di bidang mode, dengan fokus pada penerapan teknik draping dan eksplorasi kain tradisional Indonesia seperti tenun Lau Pahikung, lurik, dan batik. Metode yang digunakan adalah deskriptif kualitatif dan kuantitatif, dengan pendekatan studi eksperimen dan survei. Proses perancangan melibatkan observasi, eksplorasi desain, pembuatan prototipe, dan uji kelayakan produk melalui penilaian panelis ahli dan calon pengguna. Hasil uji kelayakan berupa penilaian terhadap aspek desain, kenyamanan, keberlanjutan, estetika, dan fungsionalitas dianalisis menggunakan metode statistik sederhana. Data kuantitatif dari 10 responden menunjukkan nilai rata-rata keseluruhan sebesar 8,4 dengan standar deviasi sebesar 1,02, yang mengindikasikan tingkat konsistensi penilaian yang cukup tinggi. Temuan ini menunjukkan bahwa rancangan busana yang dihasilkan tidak hanya memenuhi aspek estetika dan fungsi, tetapi juga mendapatkan penerimaan positif dari sisi keberlanjutan. Penelitian ini menegaskan bahwa pendekatan zero waste berbasis teknik draping dapat menghasilkan karya mode yang inovatif dan ramah lingkungan, sekaligus mengangkat nilai budaya lokal.

This study aims to design zero waste concept-based clothing as a form of contribution to the green lifestyle movement in the fashion sector, with a focus on the application of draping techniques and exploration of traditional Indonesian fabrics such as Lau Pahikung weaving, lurik, and batik. The methods used are descriptive qualitative and quantitative, with an experimental study and survey approach. The design process involves observation, design exploration, prototyping, and product feasibility testing through assessments by expert panelists and prospective users. The results of the feasibility test in the form of assessments of design, comfort, sustainability, aesthetics, and functionality aspects were analyzed using simple statistical methods. Quantitative data from 10 respondents showed an overall average value of 8.4 with a standard deviation of 1.02, indicating a fairly high level of assessment consistency. These findings indicate that the resulting fashion designs not only meet the aesthetic and functional aspects, but also receive positive acceptance in terms of sustainability. This study confirms that the zero waste approach based on draping techniques can produce innovative and environmentally friendly fashion works, while also elevating local cultural values.

Unduhan

Diterbitkan

2025-05-30