PERAN BAHASA INDONESIA UNTUK MENINGKATKAN PEMAHAMAN DAN SEBAGAI EDUKASI SOSIALISASI PEMANFAATAN ENERGI TERBARUKAN DI PEDESAAN DAN MASYARAKAT ADAT
Kata Kunci:
Energi Terbarukan, Bahasa Indonesia, SosialisasiAbstrak
Kurangnya pemahaman masyarakat di wilayah pedesaan dan komunitas adat terhadap energi terbarukan menjadi salah satu hambatan utama dalam proses transisi energi di Indonesia. Sebagai bahasa pemersatu, Bahasa Indonesia memiliki potensi yang besar untuk menyampaikan informasi secara efektif dan inklusif. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif kualitatif dengan pendekatan studi literatur guna menelaah peran Bahasa Indonesia dalam meningkatkan pemahaman serta sebagai sarana edukasi dan sosialisasi energi terbarukan, khususnya energi surya. Hasil kajian menunjukkan bahwa pemanfaatan Bahasa Indonesia yang komunikatif, kontekstual, dan selaras dengan budaya lokal mampu menjembatani kesenjangan informasi sekaligus mendorong keterlibatan aktif masyarakat. Penerapan strategi kebahasaan yang tepat menjadi faktor kunci dalam menciptakan komunikasi edukatif yang bersifat memberdayakan, sehingga memperkuat upaya pembangunan energi berkelanjutan secara lebih merata.
Lack of understanding of renewable energy among rural and indigenous communities is one of the main obstacles in the energy transition process in Indonesia. As a unifying language, Indonesian has great potential to convey information effectively and inclusively. This study uses a qualitative descriptive method with a literature study approach to examine the role of Indonesian in increasing understanding and as a means of education and socialization of renewable energy, especially solar energy. The results of the study show that the use of communicative, contextual, and local culturally appropriate Indonesian can bridge the information gap while encouraging active community involvement. The application of appropriate language strategies is a key factor in creating educational communication that is empowering, thus strengthening efforts to develop sustainable energy more evenly.