PENDEKATAN BIMBINGAN BERBASIS KEARIFAN LOKAL DENGAN KONSELING SEMAR
Kata Kunci:
Konseling Semar, Wayang, Bimbingan dan Konseling, Multibudaya, Kearifan LokalAbstrak
Wayang Semar merupakan warisan budaya yang memiliki makna filosofis yang sangat dalam, terutama dalam bidang bimbingan dan konseling. Semar digambarkan sebagai sosok bijaksana, sabar, pengasih, serta memiliki karakter rendah hati dan penuh humor dalam membimbing para ksatria Pandawa. Penelitian ini bertujuan untuk menggali sifat Semar sebagai simbol sempurna seorang konselor yang memahami berbagai budaya. Dengan menggunakan pendekatan kualitatif, Penelitian ini mengeksplorasi cara nilai - nilai yang terdapat pada karakter Semar yang dapat diadopsi dalam profesi konseling. Hasil dari penelitian menunjukkan bahwa sosok Semar sejalan dengan kompetensi seorang konselor yang harus memiliki kebijaksanaan, ketulusan, keterbukaan, serta empati dalam membantu individu mengatasi permasalahan. Selain itu, konsep Semar dalam konseling juga menekankan pentingnya keseimbangan emosional, penggunaan humor sebagai alat komunikasi, serta penerapan nilai-nilai kultural dalam proses bimbingan. Dengan memahami dan menerapkan filosofi Semar, konselor diharapkan dapat lebih efektif dalam memberikan layanan yang inklusif, berorientasi pada kearifan lokal, serta mampu menjembatani perbedaan budaya dalam proses konseling.
Wayang was a deep philosophical heritage, especially in the fields of guidance and counseling. Semoms are described as wise, patient, loving, and as having a humble and humourless character in guiding the knights of the pandavas. The research was intended to unearth the character of a perfect symbol of a counsellor who understood many cultures. Using a qualitative approach, the study explfies ways of values found in a well - made character that can be adopted in the counseling profession. Research has shown that a firm figure harmonizes with the competence of a counselor who must have wisdom, sincerity, openness, and empathy in helping the individual solve the problem. Additionally, the concept of counseling also emphasizes the importance of emotional balance, the use of humor as a communication tool, and the application of cultural values in the guidance process. With understanding and applying a philosophical philosophy, it is hoped that counselors can be more effective at providing inclusive, oriented, local wisdom - oriented services, and being able to bridge cultural differences in the counseling process.