HAKIKAT DAN POTENSI MANUSIA DALAM PERSPEKTIF FILSAFAT ISLAM: KAJIAN ONTOLOGIS, EPISTEMOLOGIS, DAN AKSIOLOGIS
Kata Kunci:
Potensi Manusia, Fitrah, Khalifah, Pendidikan Islam, Insan KamilAbstrak
Manusia merupakan salah satu objek kajian penting dalam filsafat Islam karena memiliki kedudukan yang istimewa sebagai makhluk yang dianugerahi akal, ruh, qalb, dan berbagai potensi lainnya. Kajian mengenai manusia tidak hanya berkaitan dengan hakikat keberadaannya, tetapi juga menyangkut sumber pengetahuan dan tujuan hidup yang menjadi dasar pengembangan ilmu pengetahuan. Artikel ini bertujuan untuk menganalisis konsep manusia dalam perspektif filsafat Islam melalui pendekatan ontologis, epistemologis, dan aksiologis. Penelitian ini menggunakan metode studi kepustakaan (library research) dengan mengkaji berbagai literatur yang relevan, baik dari Al-Qur’an, hadis, maupun pemikiran para cendekiawan Muslim. Hasil kajian menunjukkan bahwa secara ontologis manusia merupakan makhluk yang tersusun atas unsur jasmani dan ruhani yang membentuk kesatuan utuh. Secara epistemologis, manusia memperoleh pengetahuan melalui potensi akal, indera, hati (qalb), serta wahyu yang menjadi sumber utama kebenaran dalam Islam. Adapun secara aksiologis, manusia memiliki tanggung jawab sebagai hamba Allah dan khalifah di muka bumi yang berkewajiban memanfaatkan ilmu pengetahuan untuk mewujudkan kemaslahatan dan kesejahteraan kehidupan. Untuk memperkaya pembahasan, artikel edisi pengembangan ini melengkapi kajian konseptual dengan tabel ringkasan konsep dan diagram visual yang memetakan istilah kemanusiaan dalam Al-Qur’an, unsur pembentuk hakikat manusia, lima potensi (fitrah) manusia beserta teori ilmiah pendukungnya, serta strategi aktualisasinya melalui pendidikan Islam. Dengan demikian, filsafat Islam memandang manusia sebagai makhluk multidimensional yang tidak hanya berorientasi pada pencapaian intelektual, tetapi juga pada pengembangan moral, spiritual, dan sosial menuju derajat insan kamil.
Human beings are one of the central objects of study in Islamic philosophy due to their distinguished position as creatures endowed with intellect (aql), spirit (ruh), heart (qalb), and various other potentials. This article aims to analyze the concept of human beings from the perspective of Islamic philosophy through ontological, epistemological, and axiological approaches using a library research method. The findings reveal that, ontologically, human beings are composed of physical and spiritual dimensions that form an integrated whole. Epistemologically, human beings acquire knowledge through reason, sensory perception, the heart (qalb), and divine revelation. Axiologically, human beings bear the responsibility of serving as servants of Allah and vicegerents (khalifah) on earth. This expanded edition enriches the conceptual discussion with summary tables and visual diagrams mapping Qur’anic terms for humankind, the constitutive elements of human nature, the five human potentials (fitrah) together with their supporting scientific theories, and the strategies for actualizing them through Islamic education. Islamic philosophy therefore views human beings as multidimensional creatures oriented toward intellectual, moral, spiritual, and social development on the path toward insan kamil.




