ANALISIS RASIO LIKUIDITAS (LDR) DAN PROFITABILITAS PT BANK RAKYAT INDONESIA (BBRI) PERIODE 2023-2025
Kata Kunci:
Likuiditas, Profitabilitas, Loan To Deposit Ratio, Return On Equity, Net Interest Margin, Bank Rakyat Indonesia, Trade-Off, Perbankan UMKMAbstrak
Menganalisis tren rasio likuiditas dan profitabilitas PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk (BBRI) selama periode 2023–2025, serta mengidentifikasi hubungan trade-off antara keduanya. Menggunakan pendekatan deskriptif kuantitatif dengan data sekunder dari laporan tahunan BBRI yang telah diaudit, penelitian ini mengukur likuiditas melalui Loan to Deposit Ratio (LDR), sedangkan profitabilitas diukur melalui Return on Equity (ROE) dan Net Interest Margin (NIM). Hasil penelitian menunjukkan bahwa LDR BBRI meningkat signifikan dari 93,23% (2023) menjadi 99,21% (2024) dan diproyeksikan mencapai 99,61% (2025), melampaui batas aman Bank Indonesia (78–92%) yang mengindikasikan tekanan likuiditas serius. Sebaliknya, ROE menurun dari 24,5% (2023) menjadi 19,8% (2024) dan diproyeksikan 17,6% (2025), sementara NIM turun dari 7,1% menjadi 6,4% pada periode yang sama. Temuan ini mengonfirmasi adanya hubungan trade-off negatif antara likuiditas dan profitabilitas, di mana peningkatan LDR justru diikuti penurunan ROE dan NIM akibat memburuknya kualitas aset, peningkatan biaya dana, dan pertumbuhan ekuitas yang tidak proporsional. Penelitian ini memberikan implikasi bahwa manajemen BBRI perlu menyeimbangkan ekspansi kredit dengan pengelolaan likuiditas dan kualitas aset untuk menjaga kinerja keuangan yang berkelanjutan.
Analyze the liquidity and profitability ratio trends of PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk (BBRI) during the 2023–2025 period, as well as to identify the trade-off relationship between the two. Using a quantitative descriptive approach with secondary data from BBRI's audited annual reports, this research measures liquidity through the Loan to Deposit Ratio (LDR), while profitability is measured through Return on Equity (ROE) and Net Interest Margin (NIM). The results show that BBRI's LDR increased significantly from 93.23% (2023) to 99.21% (2024) and is projected to reach 99.61% (2025), exceeding Bank Indonesia's safe threshold (78–92%), indicating serious liquidity pressure. Conversely, ROE declined from 24.5% (2023) to 19.8% (2024) and is projected at 17.6% (2025), while NIM decreased from 7.1% to 6.4% over the same period. These findings confirm a negative trade-off relationship between liquidity and profitability, where rising LDR is accompanied by declining ROE and NIM due to deteriorating asset quality, higher funding costs, and disproportionate equity growth. This study implies that BBRI's management needs to balance credit expansion with liquidity management and asset quality to maintain sustainable financial performance.




