ANALISIS KESALAHAN BERBAHASA DALAM SURAT KABAR KORAN
Kata Kunci:
Kesalahan Berbahasa, Surat Kabar, SintaksisAbstrak
Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi, mengklasifikasikan, dan menganalisis bentuk-bentuk kesalahan berbahasa yang terdapat dalam teks berita pada surat kabar cetak (koran). Sebagai media massa yang dikonsumsi oleh masyarakat luas, surat kabar idealnya menjadi sarana edukasi bahasa yang baik dan benar. Namun, dalam praktiknya masih sering ditemukan berbagai kekeliruan penggunaan bahasa akibat tuntutan tenggat waktu produksi yang cepat. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode deskriptif kualitatif dengan teknik simak dan catat terhadap sampel artikel berita yang terbit pada edisi tertentu. Analisis data dilakukan berdasarkan kaidah tata bahasa baku bahasa Indonesia (PUEBI/EYD dan KBBI). Hasil penelitian menunjukkan adanya kesalahan berbahasa yang mencakup beberapa aspek, yaitu kesalahan bidang fonologi (kesalahan ejaan dan tanda baca), kesalahan bidang morfologi (afiksasi yang tidak tepat), dan kesalahan bidang sintaksis (struktur kalimat tidak efektif atau rancu). Kesalahan yang paling dominan ditemukan adalah kesalahan ejaan dan ketidaktepatan pemilihan kata (diksi). Faktor utama penyebab kesalahan ini diduga adalah kurangnya ketelitian dalam proses penyuntingan (editing) serta keterbatasan ruang halaman koran. Penelitian ini diharapkan dapat memberikan kontribusi bagi pengelola media massa untuk lebih meningkatkan kualitas penyuntingan bahasa demi menjaga martabat bahasa Indonesia di ruang publik.
This study aims to identify, classify, and analyze the forms of language errors found in news texts in printed newspapers. As a mass medium consumed by the general public, newspapers should ideally serve as a tool for proper and correct language education. However, in practice, various language errors are still frequently found due to the demands of fast production deadlines. The method used in this study is a descriptive qualitative method with scrutiny and note-taking techniques on a sample of news articles published in specific editions. Data analysis was conducted based on the standard rules of Indonesian grammar (EYD and KBBI). The results of the study indicate the presence of language errors covering several aspects, namely phonological errors (spelling and punctuation errors), morphological errors (improper affixation), and syntactic errors (ineffective or ambiguous sentence structures). The most dominant errors found are spelling mistakes and inappropriate word choice (diction). The main factors causing these errors are suspected to be a lack of thoroughness in the editing process and the limited space of newspaper pages. This research is expected to contribute to mass media managers to further improve the quality of language editing in order to maintain the dignity of the Indonesian language in the public sphere.




