ANALISIS RISIKO OPERASIONAL PADA BANK SYARIAH DI ERA DIGITAL BANKING
Kata Kunci:
Risiko Operasional, Bank Syariah, Digital Banking, Manajemen Risiko, Keamanan SiberAbstrak
Evolusi perbankan digital telah menghasilkan perubahan yang berarti dalam cara operasional perbankan syariah di Indonesia. Namun, di balik perkembangan teknologi itu, terdapat sejumlah risiko operasional yang harus diidentifikasi dan diatasi dengan cara yang menyeluruh. Studi ini bertujuan untuk menganalisis risiko operasional yang dihadapi oleh bank syariah dalam era perbankan digital, mengidentifikasi faktor-faktor penyebabnya, serta merumuskan strategi mitigasi yang sesuai dengan prinsip syariah. Metodologi yang diterapkan adalah pendekatan deskriptif kualitatif melalui teknik telaah pustaka dan analisis dokumen peraturan. Hasil penelitian mengungkapkan bahwa risiko operasional di bank syariah pada zaman digital mencakup risiko keamanan siber, risiko sistem teknologi informasi yang gagal, risiko kepatuhan syariah di platform digital, risiko penipuan digital, dan risiko kesalahan dari sumber daya manusia. Hasil ini menunjukkan pentingnya penguatan pengelolaan risiko yang terintegrasi antara teknologi, regulasi, dan nilai-nilai syariah.
The evolution of digital banking has resulted in significant changes in the way Islamic banks operate in Indonesia. However, behind these technological developments, there are a number of operational risks that must be identified and addressed comprehensively. This study aims to analyze the operational risks faced by Islamic banks in the digital banking era, identify their causal factors, and formulate mitigation strategies in accordance with Sharia principles. The methodology applied is a qualitative descriptive approach through literature review techniques and regulatory document analysis. The study results reveal that operational risks in Islamic banks in the digital age include cybersecurity risks, risks of failed information technology systems, risks of Sharia compliance on digital platforms, risks of digital fraud, and risks of human resource errors. These results demonstrate the importance of strengthening integrated risk management between technology, regulations, and Sharia values.




