PENGARUH KONSENTRASI PASAR DAN PERTUMBUHAN ASET TERHADAP KINERJA KEUANGAN PERBANKAN SYARIAH DI INDONESIA PERIODE TAHUN 2020-2024

Penulis

  • Danu Harisyam Universitas Islam Negeri Sjech M. Djamil Djambek Bukittinggi
  • Yenty Astarie Dewi Universitas Islam Negeri Sjech M. Djamil Djambek Bukittinggi
  • Ariyun Anisah Universitas Islam Negeri Sjech M. Djamil Djambek Bukittinggi

Kata Kunci:

Konsentrasi Pasar, Pertumbuhan Aset, Kinerja Keuangan, Perbankan Syariah, ROA

Abstrak

Penelitian ini dilatarbelakangi oleh sektor perbankan syariah di Indonesia menunjukkan pertumbuhan yang signifikan, namun dihadapkan pada tantangan seperti tingkat konsentrasi pasar yang tinggi, terutama dominasi oleh PT. Bank Syariah Indonesia (BSI), serta fluktasi pertumbuhan aset dan pangsa pasar yang belum optimal. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan metode deskriptif. Data yang digunakan adalah data sekunder berupa laporan keuangan tahunan dari 6 Bank Umum Syariah (BUS) terbesar di Indonesia yang terdaftar di Otoritas Jasa Keuangan(OJK) selama periode 2020-2024. Analisis data dilakukan menggunakan uji asumsi klasik (normalitas, multikolinearitas, heteroskedastisitas, autokorelasi), analisi regresi linear berganda, serta uji hipotesis parsial (uiji t), dan simultan (uji F), dan koefisien  determinasi. Hasil penelitian ini menunjukkan berdasarkan uji hipotesis secara parsial konsentrasi pasar tidak berpengaruh signifikan terhadap kinerja keuangan perbankan syariah dengan nilai signifikansi 0,077 > 0,05. Secara parsial pertumbuhan aset berpengaruh positif terhadap kinerja keuangan perbankan syariah dengan nilai signifikansi 0,032< 0,05. Pengaruh konsentrasi pasar dan pertumbuhan aset secara simultan tidak berpengaruh signifikan terhadap kinerja keuangan perbankan syariah dengan nilai signifikansi 0,031 < 0,05. Meskipun nilai F hitung (3,966) lebih besar dari Ftabel (3,34), namun hasil signifikansi menunjukkan bahwa kedua variabel independen secara bersama-sama memiliki pengaruh yang signifikan terhadap kinerja keuangan. Koefisien determinasi sebesar 0,227 menunjukkan bahwa 22,7% variasi kinerja keuangan dapat dijelaskan oleh kedua variabel ini, sementara sisanya dijelaskan diluar model.

This research is motivated by the Islamic banking sector in Indonesia showing significant growth, but faced with challenges such as high levels of market concentration, particularly the dominance of PT. Bank Syariah Indonesia (BSI), as well as fluctuations in asset growth and market share that are not optimal. This research uses a quantitative approach with descriptive methods. The data used are secondary data in the form of annual financial reports from the six largest Islamic Commercial Banks (BUS) in Indonesia registered with the Financial Services Authority (OJK) for the period 2020-2024. Data analysis was performed using classical assumption tests (normality, multicollinearity, heteroscedasticity, autocorrelation), multiple linear regression analysis, as well as partial (t-test) and simultaneous (F-test) hypothesis tests and the coefficient of determination. The results of this study indicate that based on the partial hypothesis test, market concentration does not significantly affect the financial performance of Islamic banking with a significance value of 0.077 > 0.05. Partially, asset growth has a positive effect on the financial performance of Islamic banking with a significance value of 0.032 < 0.05. The simultaneous influence of market concentration and asset growth on Islamic banking financial performance was insignificant, with a significance value of 0.031 < 0.05. Although the calculated F value (3.966) was greater than the F table (3.34), the significance results indicated that the two independent variables together did not significantly influence financial performance. The coefficient of determination of 0.227 indicates that 22,7% of the variation in financial performance can be explained by these two variables, with the remainder being explained outside the model.

Unduhan

Diterbitkan

2026-07-30